• admin@act-membrane.com
  • 081358193503

Dukung Ketahanan Pangan, ACT Hadir dalam Pemaparan Peternak Lele Pemula di Bangkalan

Dukung Ketahanan Pangan, ACT Hadir dalam Pemaparan Peternak Lele Pemula di Bangkalan

Diposting pada: 04 Feb, 2026

BANGKALAN – Budidaya lele terus menunjukkan perkembangan signifikan sebagai salah satu sektor perikanan unggulan di Kabupaten Bangkalan, Madura. Selain memiliki pasar yang luas dan stabil, komoditas lele juga berperan penting sebagai sumber protein hewani lokal yang mendukung Program MBG (Makan Bergizi Gratis) serta penguatan ketahanan pangan daerah.

Sejalan dengan hal tersebut, ACT (Asia Cahaya Teknik Prima) turut berpartisipasi dalam kegiatan Pemaparan Peternak Lele Pemula yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangkalan melalui Sub Bidang Perikanan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 4 Februari 2026, di Madura, dengan tujuan mendorong minat serta meningkatkan kesiapan masyarakat dalam memulai usaha budidaya lele secara mandiri dan berkelanjutan.

Kegiatan pemaparan ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dengan materi yang saling melengkapi. ACT (Asia Cahaya Teknik Prima) menyampaikan materi bertajuk Pemilihan Kolam yang Tepat untuk Budidaya Lele Pemula, yang menekankan pentingnya sarana budidaya sebagai fondasi awal keberhasilan usaha. Sementara itu, Bapak Heri selaku Penyuluh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memaparkan Teknik Budidaya Lele dengan Target Keuntungan hingga Rp2 Juta per Bulan, yang memberikan gambaran potensi usaha dari sisi teknis dan ekonomi.

Melalui pemaparan tersebut, peserta diharapkan memperoleh pemahaman menyeluruh, baik mengenai aspek teknis budidaya maupun peluang pengembangan usaha lele sebagai sumber penghasilan tambahan.

Dalam sesi pemaparan, kolam budidaya menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Kolam dinilai sebagai faktor krusial yang kerap menentukan berhasil atau tidaknya budidaya lele, khususnya bagi peternak pemula. Tidak sedikit peternak yang mengalami kendala akibat kolam yang sulit dikontrol, kualitas air yang cepat menurun, hingga biaya pembangunan kolam permanen yang relatif besar.

Oleh karena itu, ACT menekankan pentingnya memilih kolam yang mudah dikontrol kualitas airnya, tidak memerlukan konstruksi yang rumit, serta sesuai untuk tahap pembelajaran budidaya. Pendekatan ini dinilai mampu membantu peternak pemula memulai usaha dengan risiko yang lebih terukur dan efisien.

Salah satu solusi yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah penggunaan kolam bulat berlapis HDPE. Model kolam ini dinilai praktis dan adaptif untuk tahap awal budidaya, dengan desain sederhana serta sistem pembuangan terpusat yang memudahkan pengelolaan air. Kolam bulat berlapis HDPE juga dinilai cocok bagi peternak skala rumah tangga maupun lahan terbatas, sekaligus memberikan fleksibilitas untuk pengembangan skala usaha di kemudian hari.

Lebih lanjut, budidaya lele skala kecil dan menengah dipandang memiliki peran strategis dalam mendukung Program MBG, terutama sebagai penyedia protein hewani lokal yang berkelanjutan. Dengan dukungan sarana budidaya yang tepat, produksi lele diharapkan dapat berlangsung lebih terkontrol, efisien, dan berkesinambungan.

Kegiatan ini sekaligus mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh perikanan, dan pelaku industri dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis perikanan rakyat, khususnya di Kabupaten Bangkalan dan wilayah Madura secara umum.

Sebagai penutup, budidaya lele bagi pemula tidak harus dimulai dengan metode yang rumit dan berbiaya tinggi. Pemilihan kolam yang tepat sejak awal dapat membuat proses belajar budidaya berjalan lebih nyaman dan efektif. Melalui kegiatan pemaparan ini, ACT menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan sektor perikanan dengan pendekatan yang praktis, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan peternak di lapangan.

Bagikan Ini


Komentar (0)

Tidak Ada Komentar Ditemukan

Kirim Komentar Anda

Support Ticket
Powered by ACT IT 0/250